<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-940569656502061331</id><updated>2011-04-21T20:32:33.375-07:00</updated><category term='cerpen'/><title type='text'>NAIN'S HOME</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ice-mydream.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ice-mydream.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Isnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01426841515507249802</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940569656502061331.post-6485685142651854268</id><published>2008-01-11T21:43:00.000-08:00</published><updated>2008-01-11T22:02:32.241-08:00</updated><title type='text'>Angkuhnya Kehidupan</title><content type='html'>Kehidupan terus berjalan&lt;br /&gt;Seiring berputarnya waktu&lt;br /&gt;kehidupan memberi kita masa indah, bahagia, sedih dan duka&lt;br /&gt;semua berjalan silih berganti&lt;br /&gt;tanpa ada sesuatu yang pasti&lt;br /&gt;namun, apakah kau tau betapa angkuhnya kehidupan?&lt;br /&gt;ia selalu berjalan&lt;br /&gt;terus berjalan kedepan&lt;br /&gt;tanpa pernah peduli siapa yang menjalani dan apa yang terjadi&lt;br /&gt;ia tak mau tau&lt;br /&gt;yang ia tau hanya berjalan dan terus berjalan&lt;br /&gt;pernahkah ia sekalipun menoleh ke belakang?&lt;br /&gt;tidak pernah....&lt;br /&gt;tidak akan pernah&lt;br /&gt;karena kahidupan tidak pernah berjalan mundur&lt;br /&gt;seandainya ia.....&lt;br /&gt;sekali saja......&lt;br /&gt;menoleh ke belakang&lt;br /&gt;mungkin tindak akan pernah ada kata terlambat&lt;br /&gt;mungkin tidak akan ada kata penyesalan di muka bumi ini&lt;br /&gt;mungkin juga tidak akan pernah ada kesedihan&lt;br /&gt;yang ada hanya&lt;br /&gt;kegahagiaan.................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940569656502061331-6485685142651854268?l=ice-mydream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ice-mydream.blogspot.com/feeds/6485685142651854268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940569656502061331&amp;postID=6485685142651854268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/6485685142651854268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/6485685142651854268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ice-mydream.blogspot.com/2008/01/angkuhnya-kehidupan.html' title='Angkuhnya Kehidupan'/><author><name>Isnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01426841515507249802</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940569656502061331.post-4617816284661167091</id><published>2008-01-11T20:50:00.000-08:00</published><updated>2008-01-11T20:56:21.239-08:00</updated><title type='text'>Enam Langkah Panduan Memilih Motherboard</title><content type='html'>Memilih sebuah motherboard, memang bukan hal yang mudah. Karenanya kami akan memberikan panduannya kepada Anda dalam enam langkah.&lt;br /&gt;1. Pilih processor.&lt;br /&gt;Langkah pertama ini memang pilihan yang utama. Demikian juga jika ingin meng-upgrade motherboard, Anda harus memastikan apakah motherboard yang baru nantinya kompatibel dengan processor Anda. Sekarang ini ada dua merk processor yang berada&lt;br /&gt;di pasaran, yaitu Intel dan AMD.&lt;br /&gt;2. Pilih chipset.&lt;br /&gt;Dari sekian banyak chipset yang beredar di pasaran mungkin membuat Anda bingung, dan untuk lebih jelasnya lihat pada tabel di bawah ini.&lt;br /&gt;3. Gunakan fitur yang sesuai.&lt;br /&gt;Banyak motherboard yang dilengkapi dengan fitur yang mewah dan lengkap, namun tentunya tidak semua fitur yang terdapat di dalam motherboard tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda. Karenanya Anda harus menentukan kebutuhan yang Anda miliki baru disesuaikan dengan fitur yang terdapat di motherboard, seperti Dual Gigabite Ethernet,&lt;br /&gt;Integrated wireless, dan port SATA.&lt;br /&gt;4. Baca buku manualnya.&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Karena tak sedikit produsen motherboard yang memberikan manualnya dalam format PDF yang disimpan di dalam CD atau bahkan harus men-download terlebih dahulu di situs produsen. Jika hal ini terjadi, tentunya akan sangat menjengkelkan karena kita akan kesulitan untuk mengetahui memory atau CPU apa saja yang kompatibel dengan motherboard tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya beli motherboard yang menyertakan buku manual yang jelas dan mudah dimengerti.&lt;br /&gt;5. Other opinion.&lt;br /&gt;Jika motherboard tersebut sudah cukup lama dikeluarkan, sebaiknya Anda cari bahan referensi untuk mengetahui seberapa baik kinerja dari motherboard tersebut dan kelemahan-kelemahan apa saja yang dimilikinya. Beberapa bahan referensi yang bisa Anda gunakan untuk acuan di antaranya adalah forum yang biasanya ada di situs produsen. Selain dari forum, Anda juga bisa membaca beberapa majalah yang mengulas&lt;br /&gt;tentang motherboard seperti PC Media dan PC Mild.&lt;br /&gt;6. Motherboard dengan revisi terakhir.&lt;br /&gt;Meski tidak semua motherboard mengalami banyak revisi, namun sebaiknya Anda harus mengetahui apakah motherboard tersebut merupakan versi awalnya atau versi revisi, dan sebaiknya Anda memiliki motherboard dengan revisi terbaru karena pada revisi terbaru telah mengalami banyak penyempurnaan dari versi sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940569656502061331-4617816284661167091?l=ice-mydream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ice-mydream.blogspot.com/feeds/4617816284661167091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940569656502061331&amp;postID=4617816284661167091' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/4617816284661167091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/4617816284661167091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ice-mydream.blogspot.com/2008/01/enam-langkah-panduan-memilih.html' title='Enam Langkah Panduan Memilih Motherboard'/><author><name>Isnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01426841515507249802</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940569656502061331.post-1269307603782495562</id><published>2007-11-02T21:14:00.000-07:00</published><updated>2007-11-02T21:18:34.841-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>bersama angin</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Bersama Angin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Karya Isnain Khasanah&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Berjalan sambil menikmati indahnya cahaya malam memang sangat menyenangkan bagi semua orang. Tetapi tidak bagi Parmin. Lelaki berumur tiga puluh tahun ini sedang dirundung kegelisahan. Bayangan istri dan anaknya yang menunggunya untuk pulang menempel erat di kepalanya mengiringi setiap juntai langkahnya. Hatinya kacau balau. Namun, siapa yang dapat mendengar jerit tangisan hatinya. Bahkan dia sendiri tak yakin bahwa Sang Kholik mendengarnya. Tidak cukupkah dia berdoa selama ini ? Tidak cukupkah dia berikhtiar ? Namun apa hasilnya ? Dia tetap merasa lapar, lapar yang amat sangat menyiksa hati.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ingatannya menerawang jauh tatkala dia masih menjadi buruh pabrik sepatu. Saat itu semua masih sangat mudah baginya. Tempat tinggal, pakaian mewah, bahkan makanan apapun sanggup ia beli. Hidupnya tak pernah sengsara, yang ada hanyalah kebahagiaan dan senyuman. Namun, sepertinya nasib berkata lain. Ia ikut menjadi korabn keterpurukan ekonomi yang melanda Indonesia. Ia menjadi salah satu dari sekian ribu karyawan yang di rumahkan akibat adanya krisis moneter.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Lamunanya buyar tarkala setitik air menetes jatuh ke keningnya. Ia mendongakkan kepalanya mencari tahu asal air itu. “Gerimis,” bisiknya. Kini ia melihat semua orang berhamburan mencari tempat berteduh. Jalan yang semula ramai oleh lalu lalang, kini menjadi sepi. Pemandangan orang yang berderet di depan balkon-balkon toko di sepanjang jalan sakan menertawakan dirinya yang tetap terpaku memandang hujan. Kini ia sadar ia harus berlari mencari perlindungan kalau tidak ingin tubuhnya semakin basah kuyup. Toh dia juga tak mau kedinginan karena satu-satunya baju yang ia punya basah oleh hujan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ia berteduh di balkon toko emas. Sambil mengibaskan bajunya yang basah, ia melirik seorang anak kecil yang berdiri di sampingnya amat sangat lucu dan imut. Ia teringat Budi, anak sulungnya yang kini berumur enam tahun. “Aku harus pulang !” katanya. “Aku tak bisa begini terus, aku harus pulang !” ucapnya lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Setelah hujan reda, secepat kilat ia melangkahkan kaki menuju rumahnya yang terletak tak seberapa jauh dari tempatnya berteduh. Niat sertqa kerinduannya kepada istir dan anaknya mendorongnya untuk semakin mempercepat langkahnya. Tak lama kemudia ia sampai di rumahnya. Mungkin tempat itu tak layak disebut rumah, lebih layak disebut gubuk. Bangunan yang tak lebih dari 3x3 meter itu terbuat dari anyaman bambu dengan beratapkan terpal. Sekedar untuk melindungi diri dari teriknya sinar matahari dan dinginnya angin malam. Tak ada kursi, pagar, bahkan jendela. Rumah ini hanya terdiri dari satu pintu saja yang terbuat dari anyaman bambu pula tentunya. Rumahnya yang dulu dijual untuk biaya operasi sesar istrinya. Kini, ia harus rela tinggal di gubuk demi sang buah hati. Sungguh pengorbanan yang amat besar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Dengan perlahan ia masuk rumah. Membuat istrinya yang baru tidur sekejap terkejut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Bagaimana mas, dapat berapa ?” Tanya istrinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Cuma 2500” jawabnya singkat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Ini sih tidak cukup untuk membeli setengah kilo beras.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Tanpa memperhatikan jawaban istrinya, ia mendekati Dita yang tertidur pulas. Kemudian mencium kening anak yang telah merampas rumahnya itu. Kemudian ia mendekati Budi yang tidur sambil terduduk di samping Dita. Ia pun membelai rambut Budi secara perlaha. Budi yang merasa ada seseorang yang menyentuhnya terbangun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Bapak sudah pulang ?” tanya Budi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “ Iya, bapak sudah pulang. Sekarang kamu bobo lagi ya, udah malam !”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Tapi pak, Budi lapar ! Seharian ini budi belum makan apa-apa.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Tanpa berkata apa-apa, ia mengisyaratkan Budi untuk tidur kembali. Anaka itupun menuruti perintah bapaknya. Hal inilah yang merobek hatinya. Ia tidak peduli kalau dia harus menjadi pengamen ataupun pengemis. Ia juga tidak peduli kalau dirinya sedang lapar, yang penting kedua anaknya harus makan. Mereka terlalu kecil untuk merasakan pahitnya penderiatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ia teringat sesuatu, ia pun segera beranjak. Tangannya sibuk mencari sesuatu di antara tumpukan mainan bekas anaknya. “Ini dia !” katanya setelah barang yang diharapakan berhasil ia temukan. Kemudian ia beranjak keluar rumah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Bapak ! Bapak mau kemana membawa mainan malam-malam begini ?” Tanya istrinya yang terlihat bingung melihat tingkah laku suaminya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Sudahlah kamu gak perlu tahu, yang penting doakan aku berhasil. Nanti kalau berhasil aku akan pulang bawa makanan.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Hati-hati, pak !”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Parmin berjalan menyusuri jalan yang sepi, udara malam yang menusuk tulang tak lagi ia rasakan. Matanya telah buta, dibutakan oleh kesengsaraan. Mulutnya telah terbungkam, satu-satunya yang dapat ia katakan hanyalah lapar. Telingannya tidak mampu lagi mendengar, satu-satunya yang dapat ia dengar hanyalah uang. Hatinya telah mati sebab ia sudah tidak percaya lagi kepada sang pencipta. Seluruh panaca indranya mati bersamaan dengan langkahnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kini ia sudah berada di depan toko emas dimana ia berteduh sore tadi. Ia memandang lekat-lekat pintu toko yang sudah terunci rapat. Ia lalu mengambil kayu dan sekita “Prang…,” kaca pintu pecah dan kini sudah ada lubang sebesar raga manusia yang dapat ia gunakan untuk masuk. Baru stu langkah ia masuk.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Maling ! Maling ! Maling ! Maling!” teriak seseorang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Biadap mana yang berteriak seperti itu. Tidakkah dia tahu, Tuahn pun akan menghalalkan segala cara kalau sudah dalam keadaan terdesak. Salahkah Parmin yang menghalalkan segala cara ini hanya untuk sesuap nasi, sungguh tidak adil.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Bedebah !” bisiknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ia terlalu sibuk untuk mendengarkan orang berteriak entah apa saja kepada dirinya.Ia memilih mengambil emas lalu kabur secepatnya setelah tangan dan sakunya dipenuhi oleh kilauan emas, ia bermaksud melarikan diri. Namun seseorang berbaju putih menghadangnya. Ia pun mengeluarkan mainan yang ada disakunya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Awas ! Kalau tidak ingin kutembak, segera menyingkir !”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Laki-laki itu pun terpedaya olehnya dan segera menyingkir dari hadapannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Itu pistol palsu ! Jangan takut ! Itu palsu !” teriak seseorang berjaket hitam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Brengsek ! Ketahuan !”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Mendengar teriakan pria berjaket hitam tadi, masyarakat beramai-ramai mengerumuni Parmin. Dan “Plak ! Plak ! Bug ! Bug …….” Sudah tak terhitung lagi berapa banyak kaki yang menempel di tubuh Parmin. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak kepalan tangan yang menghujani wajahnya. Tulangnya telah remuk dan kini terkapar tak berdaya di depan toko emas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Ih …kasihan ya ! Sampai remuk begitu !”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Iya kasihan.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Ngeri deh ngeliatnya.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Kasihan banget sih !”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; mungkin hanya kat itu yang mampu keluar dari mulut setiap orang yang mengelilinginya, memandanginya dengan tatapan penuh iba. Mereka tidak akan pernah mengerti seberapa besar penderitaan yang telah dihadapannya. Bahkan mungkin mereka tidak sadar akan gambaran kehidupan yang kelak akan menimpanya, bagi para Parmin-Parmin yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kini Parmin telah tertidur di peristirahatan terakhirnya. Dia tidak lagi merasakan lapar. Dia tidak lagi membutuhkan uang. Bahkan ia tidak lagi perlu repot-repot memikirkan bagaimana cara untuk memberi makan anak istrinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kini ia dapat tersenyum bersmaa gerimis yang jatuh membasahi bumi. Hatinya tenang setenang air di tengah lautan. Dan jiwanya ….. Ah jiwanya telah terbang bersama hembusan angin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940569656502061331-1269307603782495562?l=ice-mydream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ice-mydream.blogspot.com/feeds/1269307603782495562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940569656502061331&amp;postID=1269307603782495562' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/1269307603782495562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/1269307603782495562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ice-mydream.blogspot.com/2007/11/bersama-angin.html' title='bersama angin'/><author><name>Isnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01426841515507249802</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940569656502061331.post-2025100376733833618</id><published>2007-08-31T23:11:00.000-07:00</published><updated>2007-08-31T23:15:01.961-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;h3 style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);" class="entry-header"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;think today and spek tomorrow&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;                                          &lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Love is what make meeting and love also make parting&lt;br /&gt;Love which begun with high soul flame,&lt;br /&gt;often would end with cold and frozen&lt;br /&gt;True love is which only for two person,&lt;br /&gt;and haven’t the place for the third person&lt;br /&gt;I always hope even the hopes don’t always prove&lt;br /&gt;Don’t waste the time for a moment to think the person&lt;br /&gt;who isn’t respected by our self.&lt;br /&gt;Don’t forget experiences what have gone away&lt;br /&gt;but use those experiences as leader for the future&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940569656502061331-2025100376733833618?l=ice-mydream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ice-mydream.blogspot.com/feeds/2025100376733833618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940569656502061331&amp;postID=2025100376733833618' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/2025100376733833618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/2025100376733833618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ice-mydream.blogspot.com/2007/08/think-today-and-spek-tomorrow-love-is.html' title=''/><author><name>Isnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01426841515507249802</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940569656502061331.post-2542150704561943217</id><published>2007-08-31T23:09:00.000-07:00</published><updated>2008-01-11T21:22:52.609-08:00</updated><title type='text'>TENTANG....................</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bagaimana sih kalau seorang kahlil  gibran berbicara tentang cinta???&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;nih simak beberapa sajak yang ia tulis : &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;“Sukar untuk menjelaskan apa hakikat cinta itu, ia hanya memperlihatkan rinduan gambaran perasaan. Hanya orang yang merasakannya yang dapat mengetahui. Bagaimana mungkin engkau dapat menggambarkan sesuatu yang engkau sendiri bagai telah hilang dari hadapannya, walaupun wujudmu masih ada.”&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Apabila cinta memanggilmu, ikutilah dia&lt;br /&gt;walau terjal berliku jalannya&lt;br /&gt;Apabila sayapnya merangkulmu, pasrahlah serta menyerahlah&lt;br /&gt;walau pedang yang tersembunyi di balik sayap itu melukaimu&lt;br /&gt;Jika dia bicara padamu, percayalah&lt;br /&gt;walaupun ucapannya membuyarkan mimpimu&lt;br /&gt;bagai angin utara yang menghancurkan taman bunga&lt;br /&gt;Sebab sebagaimana cinta memahkotaimu, demikian pun dia menyalibmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Demi pertumbuhanmu, juga memangkasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tidak akan lengkap tanpa mengalami cinta,&lt;br /&gt;Sedangkan cinta tanpa meresapi keindahannya,&lt;br /&gt;berarti belum merasakan cinta secara utuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940569656502061331-2542150704561943217?l=ice-mydream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ice-mydream.blogspot.com/feeds/2542150704561943217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940569656502061331&amp;postID=2542150704561943217' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/2542150704561943217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/2542150704561943217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ice-mydream.blogspot.com/2007/08/tentang.html' title='TENTANG....................'/><author><name>Isnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01426841515507249802</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940569656502061331.post-4730164094682685886</id><published>2007-08-31T23:04:00.001-07:00</published><updated>2007-08-31T23:09:01.658-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;strong&gt;THE GOD SAID NO&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;I asked God how to control my anger&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;God said no&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"It is not for me but you can&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;control it by eternal power"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;I asked God to take away my pride&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;God said no&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"It is not me to take it away &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;but for you to give it up"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;I asked God to grant me patience&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;God said no&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Patience is a byproduct of tribulations&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;It is not granted, it is earned"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Iasked God to give me happiness&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;God said no&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"I give you blessing&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; happiness is up to you"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Iasked  God to free me from pain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;God said no&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Suffering draws you a part&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;from word by cares&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;and brings you closer to me"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;I asked God to make me spirit goot&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Gaod said no&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;'You must grow on your rwn,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;but I will pursue to make you faithful"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;I asked God to extend me peace of mind&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;God said no&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"I have given you wisdom&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;You should search by yourself&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;in and autside you by noble deeds"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;by Satya PS&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;With some changes&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940569656502061331-4730164094682685886?l=ice-mydream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ice-mydream.blogspot.com/feeds/4730164094682685886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=940569656502061331&amp;postID=4730164094682685886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/4730164094682685886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940569656502061331/posts/default/4730164094682685886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ice-mydream.blogspot.com/2007/08/god-said-no-i-asked-god-how-to-control.html' title=''/><author><name>Isnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01426841515507249802</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
